Mengenal Finishing HPL (High Pressure Laminate) untuk Furnitur

Mengenal Finishing HPL
  • arya
  • Artikel Pillar

Finishing HPL adalah lapisan pelindung permukaan furnitur berbahan dasar kertas kraft dan resin yang dipress dengan tekanan tinggi, dikenal karena ketahanannya terhadap gores dan tersedia dalam banyak variasi motif serat kayu.

  • HPL dibuat dari lapisan kertas kraft dan resin yang dipress dengan tekanan dan suhu tinggi.
  • Permukaan HPL relatif tahan terhadap gores dan goresan ringan dibanding beberapa jenis finishing lain.
  • Variasi motif serat kayu pada HPL sangat beragam, mulai dari warna terang hingga gelap.
  • Perawatan HPL cenderung mudah karena permukaannya tidak mudah menyerap noda.
  • HPL sering digunakan sebagai lapisan pada material dasar seperti blockboard atau MDF untuk furnitur kantor.

Apa Itu Finishing HPL dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Finishing HPL atau High Pressure Laminate adalah lapisan dekoratif yang dibuat dari beberapa lembar kertas kraft yang direkatkan dengan resin, kemudian dipress menggunakan tekanan dan suhu tinggi hingga membentuk lembaran yang keras dan padat.

Lembaran HPL kemudian ditempelkan pada permukaan material dasar furnitur, seperti blockboard, MDF, atau particle board, menggunakan lem khusus. Karena proses pembuatannya melibatkan tekanan tinggi, permukaan HPL cenderung lebih padat dan keras dibanding beberapa jenis finishing lain seperti melamik biasa.

HPL banyak digunakan untuk furnitur kantor karena kombinasi antara harga yang relatif terjangkau, tampilan yang variatif, dan tingkat ketahanan yang memadai untuk pemakaian sehari-hari.

Seberapa Tahan Gores Permukaan Finishing HPL?

Permukaan finishing HPL umumnya cukup tahan terhadap gesekan dan gores ringan dari pemakaian sehari-hari, meskipun ketahanannya tetap bergantung pada ketebalan lembaran dan kualitas produksi HPL yang digunakan.

Beberapa faktor yang memengaruhi ketahanan gores HPL:

  • Ketebalan lembaran HPL. Lembaran yang lebih tebal umumnya memberikan ketahanan permukaan yang lebih baik.
  • Kualitas proses laminasi. Proses penempelan HPL ke material dasar yang rapi mengurangi risiko lapisan terkelupas di bagian tepi.
  • Intensitas pemakaian. Furnitur di area dengan lalu lintas tinggi, seperti lemari arsip yang sering dibuka-tutup, tetap membutuhkan perawatan agar permukaannya awet.

Meski tahan gores ringan, HPL tetap dapat tergores jika terkena benda tajam dengan tekanan kuat, sehingga sebaiknya tidak dianggap sepenuhnya anti gores.

Apa Saja Variasi Motif Serat Kayu pada HPL?

Variasi motif serat kayu pada HPL sangat beragam, mulai dari warna kayu terang seperti oak dan maple, hingga warna kayu gelap seperti walnut dan wenge, sehingga mudah disesuaikan dengan gaya interior kantor.

Selain motif serat kayu, HPL juga tersedia dalam warna solid polos, motif marmer, hingga tekstur doff dan glossy. Untuk furnitur kantor, motif serat kayu paling sering dipilih karena memberi kesan hangat namun tetap terlihat profesional, cocok digunakan pada kredensa, lemari arsip, maupun meja kerja.

Bagaimana Cara Merawat Furnitur dengan Finishing HPL?

Cara merawat furnitur berfinishing HPL cukup sederhana, yaitu membersihkan permukaan secara rutin dengan lap lembab, menghindari bahan kimia keras, dan tidak meletakkan benda panas langsung di atas permukaan HPL.

  • Bersihkan dengan lap lembab. Hindari menggunakan spons kasar atau bahan abrasif yang dapat menimbulkan goresan halus pada permukaan.
  • Hindari cairan pembersih berbahan keras. Bahan kimia seperti pemutih atau tiner dapat merusak lapisan permukaan HPL.
  • Jaga dari paparan panas langsung. Meletakkan benda panas langsung di atas permukaan HPL berisiko menyebabkan perubahan warna atau lapisan mengelupas.
  • Perhatikan bagian tepi atau edging. Bagian sambungan tepi furnitur adalah area yang paling rentan terkelupas jika sering terkena benturan.

Dengan perawatan yang konsisten, furnitur berfinishing HPL dapat bertahan cukup lama untuk pemakaian kantor sehari-hari.


FAQ

HPL merupakan lapisan buatan dari kertas kraft dan resin, sementara veneer adalah lapisan kayu asli yang diiris tipis, sehingga veneer cenderung memberi tekstur alami yang lebih terasa namun membutuhkan perawatan lebih hati-hati.

HPL cocok untuk lemari arsip karena permukaannya relatif tahan gores dan mudah dibersihkan, sesuai dengan lemari yang sering dibuka-tutup setiap hari.

Daya tahan HPL bervariasi tergantung kualitas material dan intensitas pemakaian, namun dengan perawatan yang baik, furnitur berfinishing HPL umumnya dapat digunakan dalam jangka waktu yang cukup panjang.